cokars education

Kebersamaan

Disaat Personil masih lengkap.

MPLS ditengah Pandemik Kovid 19

Siswa dan Siswi SMK Negeri 64 tetap semangat mengikuti MPLS walau ditengah Pandemik Kovid 19

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, 21 July 2020

TUGAS 4 DG PERCETAKAN

Silakan Kerjakan Tugas pertemuan 4, mengenai gambar Sketsa.

Buatlah Sketsa Gambar Anime/Kartun yang kalian sukai, Gunakan Pensil dan buku Gambar, di bawah gambar kalian tulis menggunakan pensil nama lengkap dan kelas,

Setelah selesai Foto hasil Sketsa kalian dan kirim ke email tugassiswa64@gmail.com

= = Selamat Mengerjakan = =

TUGAS 3 DG PERCETAKAN

TUGAS PERTEMUAN 3

Buatlah sebuah desain Typography berbasis vektor ataupun bitmap (pilih salah satu) gunakan aplikasi CorelDraw/AdobbIlustration/Photoshop.
Tema yg dibuat adalah sebuah Typography ucapan selamat ulang tahun untuk diri kamu sendiri.

Kirim tugas kalian ke email tugassiswa64@gmail.com , tugas sudah saya terima 1 hari sebelum pertemuan ke 4.

TUGAS 2 DG PERCETAKAN

Kerjakanlah Tugas pertemuan 2 untuk Materi NIRMANA

Buatlah gambar berbasis vector dengan berkonsep Nirmanasatu siswa 1 gambar yang saling berbeda karya sendiriDibawah gambar ketik nama lengkap kalian, kirim tugas kalian ke tugassiswa64@gmail.com, tugas sudah saya terima 1 hari sebelum pertemuan ke 3.

TUGAS 1 DDG


TUGAS PERTEMUAN 1
1. Buatlah satu contoh garis yang disebutkan dalam materi di atas (Linier / Semu) !
2. Buatlah dengan menggunakan Aplikasi Desain yang berbasis Vektor!
3. Tugas paling lambat 1 hari sebelum pertemuan ke-2.
4. Kirimkan hasil pekerjaan kalian ke alamat email : tugassiswa64@gmail.com  dalam bentuk file berbasis vektor!

MATERI 4 DG PERCETAKAN (PENGERTIAN SKETSA)

Memahami Pengertian Sketsa Dan Contohnya


Mari kita pahami tentang pengertian sketsa dan contohnya. Sketsa sangat erat kaitannya dengan seni menggambar ataupun melukis. Biasanya sketsa dijadikan kerangka sebelum membuat suatu gambar atau lukisan, sehingga kesalahan-kesalahan dalam menggambar dapat di minimalisir. Untuk memahami definisi sketsa secara lengkap berikut ini pembahasannya.
A. Apa itu Sketsa?
Sketch / Sketsa adalah gambar yang kasar dan ringan, atau gambaran garis besarnya saja dari suatu gambar atau lukisan yang belum selesai. Atau sketsa dapat di artikan juga sebagai rencana dari suatu gambar atau lukisan yang akan di buat. Sketsa sifatnya sementara yang biasanya di buat di kertas maupun di kanvas. Jadi dapat di katakan bahwa membuat sketsa sebelum menggambar merupakan kegiatan yang mendasar dan sangat penting untuk melatih keterampilan, serta untuk meminimalisir kesalahan.
B. Jenis-jenis Sketsa
Adapun jenis-jenis sketsa, diantaranya:
  • Sketsa gambaran garis besarnya saja, merupakan sketsa gambar yang berupa garis-garis dengan bentuk sederhana tanpa rincian, dan sketsa tidak selesai.
  • Sketsa cepat, merupakan sketsa yang menggunakan beberapa garis untuk menampilkan citra sketsa yang telah selesai.
  • Studi sketsa, merupakan sketsa berupa coretan-coretan yang dilakukan dengan cepat, dan kurang rinci yang menunjukan bentuk umum/globalnya saja dari suatu gambar/lukisan.
C. Unsur-Unsur sketsa
Adapun unsur-unsur yang membentuk suatu sketsa, diantaranya:
a. Garis
Garis merupakan unsur utama pada suatu sketsa, jenis garis pada sketsa misalnya seperti Garis lurus, dan garis lengkung.
b. Warna
Merupakan susunan warna-warna pada suatu bidang. Harmonis tidaknya tergantung bidang-bidang yang diatur menjadi harmonis.
c. Bidang
Pada unsur bidang maksudnya garis-garis yang disusun maka akan membentuk suatu bidang tertentu.
d. Bentuk
Dati garis yang membentuk suatu bidang, maka akan menghasilkan suatu bentuk yang di inginkan.
D. Teknik Membuat Sketsa
Teknik-teknik dalam pembuatan sketsa, diantaranya:
a. Arsir
Merupakan teknik dalam membuat sebuah sketsa dengan cara mengarsir dengan garis-garis murni saja.
b. Dussel
Merupakan teknik dalam pembuatan sketsa yang hampir sama dengan teknik arsir, namun pada teknik ini garis-garisnya diperhalus lagi sehingga terlihat samar-samar.
E. Fungsi Sketsa
Beberapa manfaat / fungsi yang bisa didapatkan dari membuat sketsa sebelum menggambar atau melukis, misalnya:
  • Dapat meminimalisir kesalahan dalam menggambar atau melukis.
  • Memeberikn gambaran mengenai suatu tema gambar atau lukisan.
  • Dapat mempertajam pengamatan seorang pelukis.
  • Dapat meningkatkan kemampuan seorang pelukis, terutama dalam hal mengkoordinasi hasil pengamatan dan juga keterampilan tangan.
F. Atura Membuat Sketsa
Berikut aturan-aturan dalam membuat sebuah sketsa, diantaranya:
  • Membuat kerangka gambar, diantaranya terdiri dari garis vertikal, garis horizontal, dan garis lengkungan.
  • Membuat garis sekunder, misalnya seperti membuat kerangka persegi atau lingkaran secara tipis.
  • Menebalkan garis pada sketsa, jika memang sudah tepat sesuai dengan keinginan.
Contoh gambar Sketsa





G. Kesimpulan Pembahasan
Kesimpulan dari pembahasan di atas bahwa yang dimaksud sketsa adalah kasar dan ringan, atau gambaran garis besarnya saja dari suatu gambar yang belum selesai. Manfaat sketsa yang utama salah satunya yaitu untuk meminimalisir kesalahan dalam menggambar atau melukis, serta dapat memberikan gambaran mengenai tema suatu gambar maupun lukisan.
Demikian tulisan mengenai pengertian sketsa dan contohnya, yang dilengkapi fungsinya maupun jenis-jenisnya. Semoga tulisan yang singkat ini dapat dipahami dan dapat memberikan bermanfaat juga.
Cukup sampai disini untuk materi pertemuan 4, untuk melatih kemampuan di Kompetensi Keterampilan silakan Klik Tugas pertemuan  ➥➥TUGAS PERTEMUAN 4








Monday, 20 July 2020

Download CorelDraw X7

Download Button

MATERI 3 DG PERCETAKAN (PENGERTIAN TYPHOGRAPI)

Pengertian Tipografi




Tipografi adalah suatu kesenian dan tekhnik memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, guna kenyamanan membaca semaksimal mungkin.


Sejarah Tipografi

Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus.
Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa.
Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.
Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph.Bentuk bahasa ini dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus.
Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa.Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya.Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.
Tipografi berasal dari bahasa Yunani yaitu typos (mould, impression, shape) dan graphein (writing, carving). Tipografi merupakan seni dan teknik dalam menyeleksi dan mengatur font type, point size, line lengths, line leading, character spacing, dan word spacing untuk ditampilkan dalam suatu aplikasi media. Tujuan daripada tipografi untuk (1) Meningkatkan dan mengoptimalkan “nilai untuk dibaca”; (2) Menciptakan hubungan yang kontekstual; (3) Memberikan informasi yang berarti dan menunjukkan hierarki; (4) Menciptakan kesadaran & menunjukkan keberadaan; serta (5) Mengkomunikasikan emosi.
Tipografi harus diseleksi dan digunakan dengan “sepantasnya”. Kita sebagai manusia berkomunikasi melalui apa yang kita lakukan dan yang tidak kita lakukan. Oleh karena itu, Tipografi merupakan tool serba guna untuk menyampaikan informasi. Selain mengkomunikasikan makna sesungguhnya, typography juga menyampaikan: Asal (origin), Tujuan (objective), Sikon/lingkungan (environment), dan Waktu saat itu (point in time).
Dalam desain komunikasi visual tipografi dikatakan sebagai ‘visual language’, yang berarti bahasa yang dapat dilihat.Tipografi adalah salah satu sarana untuk menterjemahkan kata-kata yang terucap ke halaman yang dapat dibaca.Peran dari pada tipografi adalah untuk mengkomunikasikan ide atau informasi dari halaman tersebut ke pengamat.Secara tidak sadar manusia selalu berhubungan dengan tipografi setiap hari, setiap saat. Pada merek dagang komputer yang kita gunakan, koran atau majalah yang kita baca, label pakaian yang kita kenakan, dan masih banyak lagi. Hampir semua hal yang berhubungan dengan desain komunikasi visual mempunyai unsur tipografi di dalamnya.Kurangnya perhatian pada tipografi dapat mempengaruhi desain yang indah menjadi kurang atau tidak komunikatif.
Untuk membuat desain yang indah dan berkomunikasi, tipografi tidak dapat dipisahkan dari elemen desain.Dalam membuat perencanaan suatu karya desain, keberadaan elemen tipografi sudah harus selalu diperhitungkan karena dapat mempengaruhi susunan hirarki dan keseimbangan karya desain tersebut.Pengertian tipografi yang sebenarnya adalah ilmu yang mempelajari bentuk huruf; dimana huruf, angka, tanda baca, dan sebagainya tidak hanya dilihat sebagai simbol dari suara tetapi terutama dilihat sebagai suatu bentuk desain.Huruf ‘O’, contohnya, tidak saja terbaca sebagai huruf ‘O’, tetapi juga terbaca sebagai bentuk lingkaran yang mempengaruhi bidang suatu karya desain.Dimana dan bagaimana seorang desainer meletakan huruf ‘O’ tersebut dapat mempengaruhi legibilitas dan keseimbangan karya desain tersebut.
Sebagai seorang visual komunikator, desainer komunikasi visual harus dapat membaca dan mengartikan bentuk atau gambaran.Dalam perannya sebagai tipografer, seorang desainer harus dapat mengetahui bentuk type yang bagaimana yang dapat menunjang arah desain dan meramalkan reaksi daripada pengamatnya.Bentuk huruf italic dengan warna emas, misalnya, sangat baik untuk digunakan pada sampul buku roman, dan sebaliknya bentuk huruf roman, san serif, bold, sangat cocok untuk poster-poster politik.

Tipografi Menurut Para Ahli

  • Menurut Danton Sihombing

Danton Sihombing ( Anggota DGI. 2001:58 ) Tipografi merupakan representasu visual dari sebuah bentuk komunikasi adalah sifat verbal dan prperti visual dan efektif.

  • Menurut Roy Brewer

Roy Brewer (1971) dalam buku “Pengantar Tipografi” “Tipografi dapat memiliki arti luas, yang meliputi penataan dan pola halaman, atau cetakan atau dalam arti yang lebih sempit hanya mencakup pemilihan, pengaturan, dan berbagai hal yang berkaitan dengan pengaturan jalur pengaturan huruf (set), tidak termasuk ilustrasi dan elemen lainnya, bukan surat di halaman dicetak “. (Sudiana, 2001: 2).

  • Menurut Dendi Sudiana

Dendi Sudiana (2001:1) dalam buku “Pengantar Tipografi” Gambar adalah elemen grafis yang paling mudah dibaca. Tetapi melalui kata-kata yang terdiri dari huruf oleh huruflah memandu pemahaman pembaca pesan atau ide. (Sudiana, 2001: 1).

  • Menurut Stanley Marrison

“Tipografi dapat didefinisikan sebagai keterampilan mengatur bahan cetak secara baik dengan tujuan tertentu; seperti mengatur tulisan, membagi-bagi ruang / spasi, dan menata/menjaga huruf untuk membantu secara maksimal agar pembaca memahami teks. Tipografi merupakan cara hema tuntuk benar-benar membuat bermanfaat dan hanya secara kebetulan mencapai hasil estetis, oleh karena menikmati pola-pola, jarang sekali menjadi tujuan utama.”

  • Menurut  Manuale Typographicum

Typography can defined an art of selected right type printing in accordance with specific purpose ; of so arranging the letter, distributing the space and controlling the type as to aid maximum-the-reader’s.
Dari pengertian diatas, memberikan penjelasan bahwa tipografi merupakan seni memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan khusus, sehingga akan menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan-membaca-semaksimal-mungkin.
Sebagai bagian dari kebudayaan manusia, huruf tak pernah lepas dari kehidupan keseharian. Hampir setiap bangsa di dunia menggunakannya sebagai sarana komunikasi. Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglyphe pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena-khusus.
Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa. Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad ke-8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf-Romawi.

Prinsip Tipografi

Prinsip pokok tipografi merupakan kaidah-kaidah atau beberapa aturan dasar yang harus kita perhatikan dalam membuat sebuah karya yang berkaitan dengan huruf, dan beberapa prinsip pokok tipografi tersebut adalah sebagai berikut:
Berikut adalah penjelasan tentang 4 unsur dalam desain tipografi antara lain yakni:

1. Legibility


Legibility merupakan suatu bentuk kualitas pada huruf yang membuat huruf tersebut dapat terbaca. Dalam suatu karya desain, dapat terjadi cropping, overlapping, dan lain sebagainya, yang dapat menyebabkan berkurangnya legibilitas daripada suatu huruf. Untuk menghindari hali ini, maka seorang desainer harus mengenal dan mengerti karakter dari pada bentuk suatu huruf dengan baik. Selain itu, penggunaan huruf yang mempunyai karakter yang sama dalam suatu kata dapat juga menyebabkan kata tersebut tidak terbaca dengan tepat.

2. Clarity


Clarity merupakan klasifikasi desain tipografi yang berupa suatu kemampuan huruf – huruf yang digunakan dalam suatu karya desain dapat  dibaca dan dimengerti oleh target pengamat yang dituju. Untuk suatu karya desain dapat berkomunikasi dengan pengamatnya, maka informasi yang disampaikan harus dapat dimengerti oleh pengamat yang dituju. Beberapa unsur desain yang dapat mempengaruhi clarity adalah visual hierarchy, warna, pemilihan type, dan lain – lain.

3. Visibility


Visibility merupakan klasifikasi tipografi yang berupa kemampuan suatu huruf, kata, atau kalimat dalam suatu karya desain komunikasi visual dapat terbaca dalam jarak baca tertentu. Fonts yang kita gunakan untuk headline dalam brosur tentunya berbeda  dengan yang kita gunakan untuk papan iklan. Papan iklan harus menggunakan fonts yang cukup besar sehingga dapat terbaca dari jarak tertentu. Setiap karya desain mempunyai suatu target jarak baca, dan huruf – huruf yang digunakan dalam desain tipografi harus dapat terbaca dalam jarak tersebut sehingga suatu karya desain dapat berkomunikasi dengan baik.

4. Readibility


Readibility merupakan klasifikasi tipografi yang mana pada penggunaan huruf harus memperhatikan hubungannya dengan huruf lain sehingga terlihat jelas. Dalam menggabungkan huruf dan huruf baik untuk membentuk suatu kata, kalimat atau tidak harus memperhatikan hubungan antara huruf yang satu dengan yang lain. Khususnya spasi antar huruf, jarak antar huruf tersebut tidak dapat diukur secara matematika, tetapi harus dilihat dan dirasakan. Ketidak tepatan menggunakan spasi dapat mengurangi kemudahan membaca suatu keterangan yang membuat informasi yang disampaikan pada suatu desain komunikasi visual terkesan kurang jelas.

Jenis-Jenis Tipografi

Berikut adalah jenis-jenis tipografi antara lain yaitu:

1. Roman

Roman merupakan salah satu jenis tipografi yang mempunyai garis kecil di setiap hurufnya. Contohnya seperti Times New Roman dan Georgia. Dalam bidang desain grafis, font jenis serif memiliki makna klasik, anggun, tegas, lemah gemulai dan feminim.

2. Egyptian

Egyptian merupakan jenis tipografi yang mempunyai ciri huruf seperti papan. Berbeda dengan roman, ketebalan huruf egyptian sama di semua hurufnya. Contoh huruf Egyptian adalah Rockwell dan Typo Slab – Serif. Kesan yang ditimbulkan dalam tipografi ini adalah kokoh, kuat, kekar, dan stabil.

3. Sans Serif

Sans Serif merupakan jenis huruf yang tidak memiliki sirip di ujung huruf, ketebalan hurufnya yang solid, tidak tipis tebal. Kesan yang ditimbulkan jenis huruf ini adalah modern, kontemporer, dan efisien. Contoh Sans Serif ialah Arial, Century Gothic, Futura, Helvetica, Lucida Grande, Trebuchet MS, dan Verdana.

4. Script

Script merupakan jenis tipografi yang menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya yaitu sifast pribadi dan akrab.

5. Miscellaneous

Miscellsneous merupakan jenis tipografi terkait dengan suatu pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis yang dekoratif. Kesan yang dimiliki yaitu dekoratif dan ornamental.

Unsur Unsur Tipografi

Adapun beberapa unsur- unsur tipografi antara lain yaitu:

  1. Ornamen dan Bidang Cetak  merupakan salah satu unsur tipografi yang bersifat modern dan jarang digunakan sehingga ornamen hanya digunakan sebagai bahan cetakan pada undangan atau piagam dan juga mengandung suatu unsur negatif.
  2. Kolom dan Garis merupakan unsur tipografi yang berupa sebuah kolom dalam praktek yang kebanyakan dalam majalah atau brosur sekitar sehingga memiliki garis atau kolom mencapai 5-7 kata pada surat kabar yang lebih sedikit.
  3. Baris merupakan unsur tipografi yang terdiri atas suatu kata yang telah diatur satu persatu dibelakang yang lain dengan jarak antara kata tersebut sehingga baris harus memiliki optis atau uraian kalimat dalam suatu paragraf.
  4. Kata merupakan suatu unsur tipografi yang terdapat suatu kombinasi dengan memiliki susunan dari huruf-huruf tunggal yang ditempatkan secara bersama untuk mengisi kata yang akan diucapkan dengan jarak antara huruf atau kalimatnya.
  5. Kemiringan Huruf  merupakan unsur tipografi berupa suatu huruf yang tercetak dengan miring dengan kata lain disebut italic maka dapat juga dimaksud memberikan teks yang tidak terlalu panjang.
CONTOH TIPOGRAFI







Cukup sampai disini untuk materi pertemuan 3, untuk melatih kemampuan di Kompetensi Keterampilan silakan Klik Tugas pertemuan 3 ➥TUGAS PERTEMUAN 3






Selamat Datang

Selamat Datang di Blog COKAR'S



Sunday, 19 July 2020

OSIS SMKN 64 JAKARTA 2020-2021


PERSONIL LENGKAP




Thursday, 16 July 2020

MATERI 2 DG PERCETAKAN (PENGERTIAN NIRMANA)


APA ITU NIRMANA

Nirmana itu sendiri terdiri dari kataNir’ yang berarti tidak danMana’ yang berarti bentuk, maka Nirmana dapat diartikanTidak Berbentuk’. Secara umum nirmmana mempunyai pengertian perorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti : titik, garis, warna, ruang, dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis.

Contoh gambar Nirmana






TUJUAN MEMPELAJARI NIRMANA
  • Untuk melatih kepekaan artistik agar memiliki visi seni tinggi.
  • Untuk melatih keterampilan teknis keseni rupaan.
  • Untuk melatih pemahaman bahasa rupa(karena unsur garis, tekstur, bidang,warna memiliki karakter sendiri).            
ELEMEN NIRMANA DALAM KONSEP DESAIN
  • Titik : suatu bentuk kecil yang tidak memiliki dimensi.
  • Garis: hasil goresan nyata dan batasan limit suatu benda, ruang,rangkaian masa dan warna.
  • Bidang : bentuk pipih tanpa ketebalan.
  • Gempal (Dimensi dan Tebal) : bentuk bidang yang mempunyai dimensi ketebalan dan kedalaman.
  • Warna : adalah kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap mata, oleh karena itu warna tidak akan terbentuk jika tidak ada cahaya.
  • Tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan baik nyata maupun semu, bisa halus, kasar, licin, dan sebagainya.
PRINSIP DASAR SENI DAN DESAIN
  • Ruang kosong (white space).
  • Kejelasan (clarity).
  • Kesederhanaan (simplicity)
  • Emphasis (poitn of interes) atau pusat perhatian.

PRINSIP DASAR NIRMANA

  • Kesatuan (Unity) : merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting.
  • Keseimbangan (Balance) : Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Seperti halnya jika kita melihat pohon atau bangunan yang akan roboh, kita merasa tidak nyaman dan cenderung gelisah.
  • Proporsi (Proportion) : Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya.
  • Irama (Rhythm); adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk–bentuk alam dapat diambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-lain. 
  • Dominasi (Domination) : merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang harus ada dalam karya seni dan desain.

Cukup sampai disini untuk materi pertemuan 2, untuk melatih kemampuan di Kompetensi Keterampilan silakan Klik Tugas pertemuan 2 ➯➯TUGAS PERTEMUAN 2⇦⇦













SELAMAT DATANG DI BLOG COKAR'S

Selamat Datang di Blog COKAR'S